Tampilkan postingan dengan label Joke Markum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Joke Markum. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 April 2011

Cara Unik Minum Kopi

oleh Harry Suryo pada 03 Juni 2010 jam 10:16

Biasanya minum kopi dengan menyeduh bubuk kopi dengan air panas. Ini pengalaman yang saya dapat dari teman duduk saya ketika naik travel jurusan Bandung-Semarang.
Saat berhenti di sebuah warung makan untuk istirahat, seorang lelaki paroh baya itu mengeluarkan kantung plastik dari dalam tasnya. Karena warnanya hitam, saya menduga isinya tembakau. Eh ternyata sekantong bubuk kopi dan sekantong gula pasir.

Saya pikir dia akan menyeduhnya menjadi segelas kopi. Saya salah lagi. Dengan tenang dia menyendok bubuk kopi lalu memasukkannya ke mulut, kemudian menyendok gula yang juga langsung ke mulut. Ia mengunyah sebentar, lalu minum air putih biasa dari botol. Aetelah acara "minum" kopi itu selesai, ia merokok dengan nikmatnya.

Bukan main, benar-benar cara minum yang praktis, seperti mengunyah pernen rasa kopi. Bedanya, yang ini benar-benar rasa asli. Soal rasa, ya, coba saja sendiri, kalau mau.

Bayangan saya sih, sedikit seret dan pahit getir hehehe.

Memesan Hujan

oleh Harry Suryo pada 13 Juni 2010 jam 11:01


Orang yang pintar dengan wawasan luas, sering menjadi tempat bertanya bagi mereka yang berada di sekitarnya, begitupun mereka yang tahu tentang banyak hal. Sebaliknya, mereka yang sok pintar atau sok tahu, acap kali malah menjengkelkan lingkungannya.

Seorang pemilik sebuah minimarket yang sedang berdiri di dekat kasir mendengar salah seorang penjaga toko terlibat pembicaraan dengan seorang pembeli. "Memang, Bu, sudah beberapa minggu ini tidak ada. Tampaknya masih lama datangnya, mungkin memang belum musimnya."

Karena jengkel dengan apa yang baru saja didengarnya, si pemilik toko lari mengejar pembeli tadi yang sedang berjalan ke luar toko. Dengan penuh sopan santun ia berkata, "Maaf, Bu, yang baru saja dikatakan pegawai saya itu tidak benar. Tentu kita akan segera mendapatkan apa yang Ibu inginkan. Kami sudah memesannya beberapa minggu yang lalu>"

Setelah masuk kembali, ia segera menarik lengan penjaga toko dan menghardiknya, Jangan sekali-kali mengatakan kepada para pelanggan bahwa kita tidak mempunyai sesuatu. Kalau kebetulan barang yang diinginkan pembeli tidak ada, katakan saja bahwa kita sudah memesannya dan pesanan itu pasti akan segera datang. Tahu kamu!!!" Aneh yang dimarahi hanya melongo.

"Heh! Kamu mengerti atau tidak?"
Si penjaga tetap saja bengong.
"Omong-omong, apa yang dibicarakan pembeli tadi?"
"Soal hujan," jawab si pegawai toko itu.


-HS

Sang Maharaja

oleh Harry Suryo pada 29 Agustus 2010 jam 14:42

Pada jaman dahulu hiduplah seorang maharaja yang amat berkuasa, namanya Sang Maharaja Syah Alam, banyak negara yang menjadi taklukannya. Dan setiap tahun tepat hari ulang tahun sang maharaja, seluruh raja negara taklukan datang untuk membayar upeti kepada sang maharaja atau hadiah ulang tahun beliau. Di antara raja-raja tersebut ada tiga raja yang miskin,yaitu raja duku, raja rambutan dan raja durian. Nama raja tersebut sesuai dengan penghasilan dari negara masing – masing. Tepat pada hari ulang Maharaja Syah Alam berangkatlah ketiga raja tersebut membawa hasil negaranya yaitu duku, rambutan dan durian. Sesampainya dikerajaan Syah Alam majulah raja duku untuk mempersembahkan buah duku hasil dari negaranya (maklum raja melarat). Melihat persembahan dari raja duku murkalah sang raja dan raja berkata “Untuk apa kamu jauh – jauh kemari cuma menyumbang buah duku !!!” Maka Maharaja Syah Alam memerintahkan prajuritnya untuk menghukum raja duku tersebut. Sabda beliau: “hei … prajurit masukan duku itu kedalam , ma'af, pantat raja duku.” Maka dengan paksa dimasukkanlah duku tersebut kepantat raja duku. Karena kesakitan raja duku pun berteriak – teriak “aduh…aduh ampun paduka !!! sakit …. sakit…… sakitttt.. haaaaa…… haaaaa…” Semua yang hadirpun terheran -heran termasuk Maharaja Syah Alam, kenapa habis berteriak teriak kesakitan raja duku kok tertawa terbahak bahak. Setelah raja duku berhenti tertawa bertanyalah sang Maharaja Syah Alam. “Hei !!! raja duku kenapa engkau setelah berteriak – teriak kesakitan terus tertawa terbahak-bahak ?. Dengan takut – takut raja duku menjawab “dimasukin buah duku saja begini sakitnya apalagi teman saya si Raja rambutan lebih – lebih raja durian…

Romantisme Kakek dan Nenek

oleh Harry Suryo pada 29 Agustus 2010 jam 19:47

Suatu hari ada sepasang kakek – nenek sedang menuju ke sebuah restoran, mereka duduk berdua berdampingan dan memesan makanan.
Saat pesanan itu datang, si kakek terlihat begitu romantis, dia terlihat membagi makanannya kepada si nenek, ah, memang romantis sekali. Perilaku kakek ini diperhatikan oleh pengunjung disekelilingnya, mereka nampak kagum sekali. Begitu mesranya mereka berdua. Bener-bener TTM (Tua Tetap Mesra).
Terlihat kakek makan, nenek memperhatikan suaminya sambil tersenyum, dia tak mau makan hidangan yang diberikan kakek kepadanya. Sampai si kakek selesai makan, mengelap mulut dengan tisu, si nenek masih saja menunggu tanpa menyentuh makanan bagiannya.
Salah satu pengunjung pun heran dan menanyakan perihal ini, “Nek, boleh saya belikan makanan yang lain, mungkin nenek tidak suka yang ini?”
“tidak, terima kasih nak” kata Nenek sambil tersenyum.
“Kenapa, Nek?” kata pengunjung tersebut
Kata si Nenek, “Saya sedang menunggu gigi palsu, gantian sama kakek!”


Kalau hewan punya Facebook, kira-kira statusnya gini kali:

oleh Harry Suryo pada 31 Agustus 2010 jam 14:08

Kambing : Hati2 jangan kluar rumah friends hari ini idul adha...

Sapi : boro2 kluar rumah, belum disembelih, buntutku udah dipotong duluan nih!, buat sop buntut.

Anjing Pudel : Ssst, Jangan ribut!!! gw lg ngantri di salon neh...

Kecoak : Aaah!!! Baru aja selamat dari injekan maut, yeah!

Sapi Perah : Huh!!! sbel susuku di raba2 n di uyel2 lg oleh majikanku, tp gak di kawin2...

Kucing : Anak gue yang ke- 7 barusan nanya siapa bapaknya. Gue bingung mau jawab apa. Gue sendiri lupa bapaknya siapa?

Nyamuk: Gw positif HIV AIDS neh!

Ayam : Teman-teman...kalo besok gw ga bikin status... berarti gw udah di goreng... i luv u all...Mmuuuaaah!!!

Cumi-cumi: Abis nglayat engkong gw, si Paul Gurita sambil isi ulang tinta nich.

Babi: Gw difitnah nyebarin flu. Sialan!!

Unta: Dasar babi!!!, jg deket2, najis tau!!!!

Domba : Hai mana sih yayang gw si Wedhus Gembellll!!!! I miss u...

Kambing Hitam: Sialan!! gara2 buluku hitam, aku di cari2 "Tukang Pembenar".

Beda Jepang dengan Indonesia cuma dikit...

oleh Harry Suryo pada 13 November 2010 jam 11:15

Sebenarnya Indonesia tidak berbeda jauh dengan Jepang. Bedanya cuma sedikit :

1. Jepang sedikit-sedikit bekerja dan sedikit istirahat, kalau Indonesia sedikit bekerja dan sedikit-sedikit istirahat.

2. Jepang sedikit mengeluh, Indonesia sedikit-sedikit mengeluh.

3. Jepang sedikit-sedikit belajar, Indonesia sedikit belajar.

4. Jepang sedikit makan, kalau Indonesia sedikit-sedikit makan.

5. Jepang sedikit-sedikit mikir, kalau Indonesia sedikit mikir.

6. Jepang sedikit ribut, kalau Indonesia sedikit-sedikit ribut.

7. Jepang sedikit lagi bisa masuk 8 besar piala dunia, kalau Indonesia sedkit-sedikit ingin masuk piala dunia dan lagi-lagi gagal.

8. Jepang sedikit berbicara, kalau Indonesia sedikit-sedikit berbicara.

9. Jepang sedikit-sedikit menciptakan teknologi, kalau Indonesia sedikit menciptakan teknologi.

10. Jepang sedikit-sedikit ekspor barang ke Indonesia, kalau Indonesia sedikit-sedikit ekspor TKI/TKW ke Jepang.

Vespa Vs. Buskota

Gara-gara disalip Bus Kota, Markum & Mat Jemblung yang mengendarai Vespa nggak mau kalah, Mat Jemblung menyuruh Markum untuk tancap gas pol sambil membungkukkan badan.
Tapi tetap aja mereka nggak bisa mengejarnya. Karena penasaran, setelah sampai di terminal, mereka tanya pada sopir, "Bus-nya cepat sekali, rahasianya apa sih?" tanya Markum, "Sampeyan nggak tau ya, kalo penumpang satu bus tadi juga saya suruh membungkukkan badan semua dan saya tancap gas," jawab sopir bus.

GILA BUKAN BODOH.

Sepulang kerja, ban mobil dinas Markum kempes tepat di depan RSJ. Saat akan memasang ban serep, ke empat mur roda jatuh ke lubang selokan. Markum bingung. Ujug2 seorang pasien RSJ nyeletuk, "Ambil saja dari masing2 roda 1 mur lalu pasang d situ. Nanti kalo' sudah ketemu bengkel baru beli mur lagi." "Loh, bapak bisa ngasih saya ide cemerlang. Tapi kenapa bapak bisa di RSJ ini?",
"Hloh, emang sampeyan, bodoh!!!, saya di sini karena gila mas. Bukan karena bodoh!!".

SETAN TERIAK SETAN!!!

Markum (tkg ojek) dapat pnumpang wanita cantik.“Non, mo kemana?”.
“Terus aja, bang.” "Lho ni kan ke kuburan", krn takut dia ngebut. 
Saat dia menoleh, wanita itu menghilang. Dia panik, karena tiba2 lihat wanita
itu berdiri di kejauhan dengan wajah berlumuran darah. Markum ingin ngebut cepat-cepat, tapi tiba-tiba motornya mogok. Wanita itu sudah di sebelahnya, "SETAAAN!!" teriak Markum. “Lu yg SETAN bego!!, bawa motor ngebut seenaknya, gw tadi jatuh taukk!”

Air Gosong

"Kuuuuum, airnya udah gosong tuh!!!" teriak Mat Jemblung, "Oooo dasar gemblung, itu air KOPI!!!" jawab Markum.

Ternak Mat Jemblung

"Kum, orang miskin kayak aku ini katanya dipelihara oleh negara, tapi aku koq yo tetep miskin ae...piye jal?" kata Mat Jemblung, "Lha justru itu keistimewaannya Mblung, mungkin yang dipelihara itu kemiskinanmu, makanya awet ya toh...ya toh...hehehe emang sampeyan bakat kere saklawase..." jawab Markum.

Cuci Otak

"Kum, kata Jaikem, otakku ini dhedhel, pentium 1 aja nggak nyampek, bener nggak?" tanya Mat Jemblung, "Yo mbuh!!!... Lha Mbok coba sampeyan ikut program Cuci Otak biar jadi pentium 4 atau lebih, sekalian ajak juga tuh wakil-wakil kita biar hanya berpikir untuk kepentingan rakyat bukan hanya perut dan syahwat...Mikir sak udele dhewe!!!" kata Markum.

IKLAN KECIK SAYUR CAMPUR

Markum mau pasang iklan duka di sebuah surat kabar untuk anak bossnya yang meninggal."Tarifnya Rp. 5.000,- per kata," jawab petugas. "Baiklah. Tolong tulis: 'Meninggal. Juki bin Mengi dengan huruf besar!!" "Tapi iklan duka di surat kabar kami minimal 8 kata, pak," terang petugas, "Kalo begitu, tulis aja : '"MNGgL. DNIA JUKI BIN MENGI / DJL CPT BU KPP BGT TYT KJG 00. NO SMS", pakai huruf besar,!!!" kata Markum.

Teh Manis : Panas atau Dingin?

" Mas ada teh manis ?" tanya Mat Jemblung pada pelayan Warteg, "Ada mas" jawab pelayan, " Berapa segelas ?" tanya Mat Jemblung, " Ya kalo' teh manis panas seribu, kalo' teh manis dingin seribu lima ratus," jawab pelayan," Ok, kalo' gitu yang panas ae." Setelah si pelayan menyajikan teh manis panas langsung aja Mat Jemblung meminumn...ya cepat-cepat sampai bibirnya melepuh karena kepanasan... maklum airnya baru mendidih. " Lho lho lho, piye to kiek, kok sedang panas-panasnya sampeyan minum... nggak nunggu dingin dulu?" tanya pelayan, " WHUahhh, lha gimana lagi... nanti kan kalo' dingin aku jadi bayar seribu lima ratus.. duit saya nggak cukup," jawab Mat Jemblung.

Catur Tarkam

Saat lomba catur "tarkam" (antar-kampung), di final Markum vs Mat Jemblung. Seluruh penonton serius menyaksikan pergerakan buah catur mereka. Layaknya Grand Master, mereka terlihat berfikir keras, 10 menit, 20 menit, 30 menit berlalu... keadaan makin tegang. Setelah 60 menit berlalu para panonton mulai tidak sabar.
Hingga akhirnya Mat Jemblung tanya pada Markum: "Eh, Kum, ini giliran siapa yang jalan seh?" "Hloh...gimana toh? Lha wong saya juga mau nanya sama wasitnya!!" kata Markum,"Huuuuuu!!!! Dasar semprulll" kata penonton serentak.

Senin, 18 April 2011

Protes!!!

"Saya protes!!! kenapa saya gak diterima jadi Angkatan Laut?" tanya Markum pada Penguji AL, "Ya karena Anda tidak lulus test renang.." jawab Penguji. "Alasan yang di-buat2. Ini jelas gak adil!!!, Teman saya si Jendhot bisa tuh diterima di Angkatan Udara meski dia tidak bisa terbang!!!" kata Markum ngotot, "Dasar ndableggg!!!" kata Penguji marah.

Nunggu Kepastian...

Mat Jemblung naik buskota dan duduk disebelah ibu muda yang cantik dan sexy.

Kebetulan ibu muda itu baru mulai hendak menyusui bayinya.

Tapi ketika si ibu muda hendak menyusui, si bayi menolaknya..

Si ibu muda berkata ” ayo sayang diminum, entar mama kasih sama om yg disebelah loh”… Sepuluh menit kemudian bayi masih saja tidak mau minum
asi.
Si ibu muda membujuk lagi “ayo dong sayang diminum susunya… nanti mama kasih om yg disebelah beneran loh…”
Tiba2 Mat Jemblung bicara kepada si ibu muda ”Dengar ya mbak.. Saya sudah gak sabar, sekarang tolong mbak cepat ambil keputusan.. Saya mestinya sudah turun di 4 halte sebelumnya..”

Sabtu, 16 April 2011

Penggali Kubur

"Melu rekoso gak melu ngrasake!!!" kata mat Jemblung, "Kenapa seh Mblung?" tanya Markum, "Lha ya ini capek2 bikin liang kubur, setelah jadi eh sing ngrasake malah si Juki Kementhus, gak urip, gak mati isine mung ngrekasake uwong ae..." jawab Mat Jemblung sambil menyeka keringatnya, "Wow gemblung!!!. Lha mau po ngancani mayite ning njero kubur?"kata Markum, "Walaaah!!!...Sudi!!!"jawab Mat Jemblung.

Tenaga Penyuluh

“ Wah saya salut dengan peserta penyuluhan di panti sosial ini lho,” kata Mat Jemblung, “Emang kenapa?” tanya Markum, “Tadi waktu saya ngisi ceramah, semua peserta penuh perhatian, waktu saya beri kesempatan untuk bertanya, semua diam, kayaknya sudah pada mudheng, artinya penyuluhan ini sukses to?” jawab Mat Jemblung, “Gimana mau tanya, lha wong pesertanya kan penyandang tuna rungu dan tuna wicara!!” kata Markum.

Arti Politik?


“Pak, politik itu apa sih?" tanya Dul Gembil pada ayahnya, si Mat Jemblung, “Gini Mbil, Ayah itu yang mencari nafkah bagi keluarga, jadi ayah bisa disebut KAPITALISME.
Ibumu yang mengatur keuangannya, jadi ibaratnya PEMERINTAH.
Ayah dan Ibu wajib memenuhi kebutuhanmu, sehingga kau disebut RAKYAT.
Sedang Mbok Tukri pembantu kita itu dianggap sebagai BURUH. Sekarang adikmu yang masih bayi, kita sebut dia MASA DEPAN.

Sekarang pikirkanlah hal ini dan pertimbangkanlah apakah ini masuk akal bagimu.

Dul Gembil masuk ke kamarnya dan memikirkan apa yang baru saja dikatakan, ayahnya.
Tengah malam, dia mendengar adiknya menangis, lalu dia bangun dan memeriksanya. Dia menemukan adiknya basah kuyup dan kotor karena adiknya, pipis dan buang air besar.
Dul Gembil lalu pergi ke kamar orang tuanya, melihat ibunya sedang tidur nyenyak dan mendengkur. Dia tak ingin membangunkan ibunya, kemudian ia pergi ke kamar pembantu. Pintunya terkunci, dan dia mengintip dari lubang kunci dan melihat ayahnya sedang bercinta dengan si, pembantu. (walaah2x)

Akhirnya Dul Gembil kembali ke kamarnya.

Pagi berikutnya, Dul Gembil berkata pada ayahnya, Mat Jemblung, “Kurasa sekarang aku, mengerti apa itu politik.”. “Bagus,Mbil, terus apa pendapatmu tentang politik?” tanya Mat Jemblung. “Ketika Kapitalisme sedang memanfaatkan Buruh, Pemerintah tidur, Rakyat terabaikan dan Masa depan berada dalam kesulitan besar," Jawab Dul Gembil dengan tenang.


Source: milis Bali Blogger Community.